Solusi Substitusi Impor untuk Menekan Formation Damage dan Meningkatkan Nilai TKDN — berbasis bahan baku lokal, biodegradable, dan self-degrading.
Kebutuhan akan Lost Circulation Material (LCM) di industri pemboran hulu migas Indonesia sangat masif. Namun segmen Zona Produksi (Pay Zone / Reservoir) saat ini masih didominasi 100% oleh produk kimia impor berharga tinggi.
Operator migas — Pertamina, PHR, ExxonMobil — menghadapi dilema antara LCM konvensional murah yang berisiko merusak permeabilitas reservoir (formation damage/skin effect), atau mengimpor LCM khusus yang menguras anggaran biaya sumur.
Seiring ketatnya regulasi SKK Migas terkait Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), terdapat peluang emas bagi Kontraktor Lumpur / Oilfield Chemicals Nasional untuk memproduksi LCM khusus zona produksi secara lokal.
Formulasi berbasis bahan baku lokal, dirancang untuk setiap karakteristik kedalaman dan suhu sumur di Indonesia.
dengan Encapsulated Acid Breaker
Modifikasi pati singkong/sagu lokal melalui tautan silang (crosslinking) menjadi hidrogel kenyal berkekuatan mekanis tinggi, dikombinasikan dengan asam organik padat terenkapsulasi lemak nabati (thermal trigger).
Lapisan pelindung meleleh secara otomatis saat sumur mencapai suhu statis (BHST), melepaskan asam yang melarutkan total sisa pati hingga jernih saat backflow.
Composite dengan Oil-Soluble Binder
Komposit granulasi magnesium dengan kerapatan tinggi yang diikat oleh lipid/asam lemak larut minyak.
Bersifat inert saat sirkulasi lumpur berbasis air (WBM), namun hancur total dan larut ketika terpapar aliran hidrokarbon (crude oil) dari reservoir saat sumur diproduksikan.
Carbon Composite
Rekayasa polimer kristal tinggi berbasis sirkular ekonomi dikombinasikan dengan mikro-karbon aktif lokal untuk menghadapi kondisi ekstrem.
Mampu menahan abrasi temperatur tinggi saat sirkulasi (BHCT), namun terhidrolisis secara mandiri melalui time-delayed mechanism pascapemboran.
Tiga keunggulan kompetitif yang secara langsung meningkatkan posisi mitra di pasar migas nasional.
Memanfaatkan bahan baku agraris dan mineral lokal Indonesia, memberikan keunggulan mutlak saat mengikuti tender sirkulasi lumpur di Pertamina Group.
Menghilangkan biaya logistik internasional, bea masuk, dan margin premium dari pemilik paten asing melalui manufaktur lokal.
Seluruh varian produk menjamin tingkat kelarutan >98% pasca-aktivasi, meminimalkan risiko klaim kerusakan formasi dari pihak operator.
Seluruh varian LCM dirancang dan diuji untuk memenuhi ambang kelarutan minimum 98% pasca-aktivasi, memastikan nol residu di dalam sumur dan melindungi permeabilitas reservoir Anda sepenuhnya.
Proses kolaborasi terstruktur dari validasi laboratorium hingga produksi massal skala industri.
Mitra menyediakan fasilitas laboratorium drilling fluids standar — uji kelarutan, uji ayakan/PSD, dan ketahanan suhu/rolling oven — untuk menguji sampel formula dari skala laboratorium.
Formulasi yang lolos uji lab diproduksi dalam skala kecil (skala pilot) untuk diujikan pada sumur sekunder atau program optimasi sumur mitra.
Kerja sama jangka panjang dalam bentuk manufaktur bersama, kontrak eksklusif pasokan bahan baku, atau skema White Label/OEM menggunakan jaringan pasar mitra.
Seluruh tahapan kerja sama dimulai dengan penandatanganan Perjanjian Kerahasiaan (NDA) untuk melindungi hak kekayaan intelektual kedua belah pihak.
Mulai Diskusi TeknisKami siap mempresentasikan detail metodologi kimia dan alur proses rekayasa pada sesi pertemuan teknis lanjutan.
Seluruh informasi teknis yang kami bagikan dilindungi oleh Non-Disclosure Agreement (NDA) untuk menjamin kerahasiaan formulasi dan metodologi rekayasa.